Cara Memperbaiki GRUB Boot Loader Linux yang Error dengan Live CD

cara memperbaiki gub bootloader linux yang error

Mengenal Linux GRUB Boot Loader

Setiap sistem operasi memiliki bootloader sendiri baik Windows,Linux,macOS,iOS,Android dll,bootloader merupakan kode awal yang akan dicari dan dibaca firmware (BIOS/UEFI) untuk memulai meload sistem operasi kedalam memory sebuah komputer.

GRUB merupakan nama bootloader pada sistem operasi linux,bootloader ini akan dicari oleh firmware (BIOS/UEFI) disaat proses POST selesai pada saat proses booting komputer  sebagai langkah awal diload nya sebuah sistem operasi pada komputer

Lokasi  peletakan bootloader akan bergantung pada jenis firmware mode yang digunakan,jika komputermu menggunakan mode legacy BIOS maka bootloader akan ditempatkan di MBR (sektor pertama pada partisi pertama sebuah drive) sedangkan untuk Firmware UEFI bootloader akan diletakan pada partisi khusus berukuran kecil 100-300MB   dengan format FAT32 berlabel EFI (pada windows biasnaya di partisi ke 2).

Untuk fimrmware mode legacy BIOS maka hanya dapat diinstall 1 bootloader saja,sedangkan pada firmware mode UEFI bisa diinstall lebih dari 1 bootloader,fitur ini akan sangat berguna jika kamu ingin menginstall lebih dari satu sistem operasi (Multi boot)

Kenapa GRUB linux bisa Error ?

Error bootloader bisa terjadi ketika kamu menambahkan SSD/HDD baru pada komputermu atau merubah port SATA yang digunakan oleh drive yang terinstall linux atau oleh sebab lain yang tidak kamu ketahui. Adapun tanda error pada bootloader diantaranya:

– Saat linux booting hanya muncul strip putih pada layar hitam/black screen
-Muncul tulisan grub rescue >

Error pada GRUB bootloader linux bisa kamu perbaiki sendiri dengan cara booting menggunakan mode live CD  dari flashdisk installer (bootable flashdisk) linux yang kamu punya kemudian lakukan proses chroot untuk  menginstall ulang GRUB linux bootloader layaknya mode repair yang dimiliki windows.

Kamu bisa mengukuti paduan memperbaiki GRUB linux bootloader linux yang error  untuk linux dengan mode firmware legacy BIOS ataupun UEFI.

Booting dengan Flashdisk Linux  Live CD (Repair/Recovery Mode)

Linux juga punya repiar/recovery mode layaknya windows,pada mode ini kamu bisa mengakses sistem yang ingin kamu perbaiki menggunakan fitur chroot,untuk bisa mengakses fitur chroot kamu harus booting menggunakan flashdisk/CD linux mu dan pilih mode LiveCD,dalam mode liveCd kamu akan menjalankan linux dari flashdisk/CD yang nantinya kamu bisa gunakan untuk memperbaiki linux yang error yang berada di HDD/SSD komputer mu.

1.Membuat Linux Bootable Flashdisk untuk Legacy BIOS dan UEFI

Baiknya kamu menggunakan distro linux dengan base(debian,redhat,arch) yang sama dengan distro base yang terinstall di komputermu saat kamu akan membuat bootable flashdisk untuk mempermudah proses repair grub bootloader linux mu yang error.

Untuk mempermudah pembuatan bootable flashdisk linux kamu bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti RUFUS (untuk windows) dan UNetbootin (untuk linux & windows),gunakan opsi yang ada pada aplikasi tersebut agar bootable flashdiskmu bisa dibooting dengan mode BIOS ataupun UEFI.
cara membuat bootable flashdisk linux dengan rufus dan UNbootin

2.Memilih Live CD untuk mode BIOS dan UEFI

Saat kamu booting lalu menekan  tombool boot menu pada keyboard (biasanya F10-F12,tiap merek tombol berbeda!!),biasanya akan muncul 2 pilihan,yang pertama menyatakan flashdisk/cd bootable mu akan dijalankan pada mode firmware BIOS/legacy option dan pilihan lain nya menyatakan flashdisk/cd bootable mu akan dijalankan pada mode firmware UEFI/uefi option.Pilihlah sesuai dengan  mode firmware  (BIOS/UEFI) saat linux mu diinstall,karena perintah dan cara yang akan digunakan untuk memperbaiki grub bootloader linux mu yang eror akan sedikit berbeda.

 

Memperbaiki Linux GRUB Boot Loader dengan Chroot

Setelah kamu sukses booting linux dari flashdisk denga mode live CD, maka kamu sudah bisa memulai prosedur repiar grub bootloader linux yang error menggunakan fitur chroot.

Chroot merupakan fitur linux yang mengijinkan user untuk mengakses sistem linux yang telah terinstall  dari mode live CD,fitur ini sangat cocok digunakan ketika linux mu mengalami break/rusak. Prosedur mounting chroot untuk firmware mode legacy BIOS dan UEFI berbeda jadi pilih panduan dibawah ini sesuai dengan firmware mode firmware saat linux mu diinstall.

Gunakan perintah $ sudo fdisk -l untuk melihat informasi partisi yang ada melalui console
melihat informasi partisi linux dengan perintah linux

atau menggunakan aplikasi  gparted untuk melihat informasi partisi yang ada dalam tampilan GUI.
melihat informasi partisi linux dengan aplikasi gparted

Jika terdapat partisi filesistem yang meragukan,misalnya ada 2 partisi dengan type linux file sistem maka kamu bisa ngemount dan melihat isi partisi tersebut untuk menentukan mana partisi sistem linux yang sebenarnya.

A.Cara Chroot linux dengan mode firmware UEFI

Karena pada mode UEFI mempunyai partisi independen/sendiri untuk meletakan bootloader maka kita harus nge mount partisi bootloader /partisi EFI tersebut sebelum kita melakukan prosedur chroot.

Jalankan perintah dibawah ini dan sesuaikan variable sesuai dengan informasi partisi yang sesuai dengan linux mu dimana  sdYY = partisi EFI (partisi FAT32 untuk menaruh bootloader OS)| sdXXX = partisi linux (partisi /) sistem yang ingin direpair

$ sudo mount /dev/sdXXX /mnt                   contoh berdasar gambar diatas : $ sudo mount /dev/sda2 /mnt
$ sudo mount /dev/sdYY /mnt/boot/efi      contoh berdasar gambar diatas : $ sudo mount /dev/sda6 /mnt/boot/efi
$ sudo mount -B /dev /mnt/dev
$ sudo mount -B /proc /mnt/proc
$ sudo mount -B /sys /mnt/sys
$ sudo mount -B /run /mnt/run
$ sudo chroot /mnt
$ sudo grub-install /dev/sdYY  contoh berdasar gambar diatas : $ sudo grub-install /dev/sda6
$ sudo update-grub

 

Note :  sdYY = partisi EFI (partisi FAT32 untuk menaruh bootloader OS)| sdXXX = partisi linux atau partisi / sistem yang ingin direpair

lalu restart linux mu menggunakan perintah sudo reboot atau melalui menu.

 

B.Cara Chroot  linux dengan mode firmware legacy BIOS

Untuk linux yang diinstall pada firmware mode legacy BIOS caranya lebih simple,kamuhanya perlu ngemount partisi root(/) atau linux partisi yang ingin direpiar dan /dev ,/proc,/sys serta /run saja.

seperti biasa gunakan perintah $ sudo fdisk -l atau aplikasi gparted untuk melihat informasi partisi yang ada
melihat informasi partisi linux dengan perintah linux
Jika terdapat partisi filesistem yang meragukan,misalnya ada 2 partisi dengan type linux file sistem maka kamu bisa ngemount dan melihat isi partisi tersebut untuk menentukan mana partisi sistem linux yang sebenarnya.

Jalankan perintah dibawah ini dan sesuaikan variable sesuai dengan informasi partisi yang sesuai dengan linux mu dimana   sdXXX = partisi linux (partisi /) sistem yang ingin direpair dan sdY= hdd/ssd dimana linux terinstall

$ sudo mount /dev/sdXXX /mnt                   contoh berdasar gambar diatas : $ sudo mount /dev/sda5 /mnt
$ sudo mount -B /dev /mnt/dev
$ sudo mount -B /proc /mnt/proc
$ sudo mount -B /sys /mnt/sys
$ sudo mount -B /run /mnt/run
$ sudo chroot /mnt
$ sudo grub-install /dev/sdY  contoh berdasar gambar diatas : $ sudo grub-install /dev/sda
$ sudo update-grub

 

lalu restart linux mu menggunakan perintah $ sudo reboot atau melalui menu.