tutorial cara install antergos Arch Linux

Mengenal Antergos Linux

Antergos merupakan distro Arch linux , arch linux menjanjikan sistem operasi yang ringan dan memungkinkan setiap orang untuk membangun sistem operasi yang digunakan sesuai kebutuhan (fully customized) ,oleh karena itulah arch linux tidak menyertakan paket lengkap dalam installasi OS nya. user dituntut untuk menginstall driver,aplikasi,xserver,kernel secara manual dan terpisah.

Antergos memberikan kemudahan dalam menginstall arch linux ,tetapi user tetap bisa melakukan penyesuaian terhadap OS yang digunakan . Antergos seperti versi GUI installer untuk arch linux

Jika kamu terbiasa menggunakan ubuntu /debian mungkin kamu harus melakukan sedikit penyesuaian karena package manager dan service manager yang digunakan berbeda

  • jika ubuntu menggunakan apt-get untuk mendownload dan menginstal package dari repository maka archlinux mengunakan pacman untuk mendownload dan menginstall package dari repository
  • ubuntu/debian menggunakan init sebagai service managernya dan arch linux menggunakan systemd sebagai service manager nya.
  • ubuntu menggunakan PPA (Personal Package Archive)sebagai repository yang dibuat oleh komunitas /user sedangkan archlinux menggunakan AUR (Arch User Repository) . kelebihan AUR adalah kita bisa melihat script dan mengeditnya sebelum dijalankan sedangkan PPA tidak bisa melihat isi script yang akan dijalankan.

Antergos Arch linux cocok untuk Laptop

Dulu saya menggunakan Linux mint sebagai pilihan sistem operasi untuk laptop yang saya gunakan tetapi linux mint tidak cocok dengan laptop karena memiliki power management yang buruk, baterai cepat sekali habis walau sudah di install TLP /powertop .

Ketika menggunakan windows, baterai bisa 7 jam-an untuk pemakaian normal (gak main game,gak play video/flash) ketika menggunakan linux mint hanya 4 jam-an saja dan processor cepat panas.

Setelah menggunakan Archlinux antergos dan terinstall TLP sebagai power management tambahan, pemakaian biasa 7 jam-an untuk pemakaian nnormal (tanpa main game dan play video /flash)

Firmware Mode (BIOS /UEFI)

Setiap mode yang dipilih pada firmware Baik BIOS atau UEFI akan berpengaruh terhadap partitition table yang harus kita pilih pada saat melakukan pengaturan partisi.

  • BIOS
    walau kamu bisa memilih GPT pada bios mode tetapi system akan tetap membuat partisi khusus FAT32 untuk meletakan MBR jadi kalau kamu menggunakan BIOS mode pilihlah MBR sebagai partition table nya.
  • UEFI
    Jika kamu menggunakan mode UEFI pilihlah GPT sebagai partition table nya, karena GPT merupakan versi baru dari MBR dan mempunyai fitur yang lebih unggul dibanding MBR.

Langkah cara menginstall Antergos ArchLinux

Hal paling awal yang harus dipersiapkan adalah membuat bootable media baik itu menggunakan flashdisk / DVD , tentukan juga settingan mode firmware nya mau pakai  BIOS/UEFI dan Setting urutan booting dari DVD/flashdisk yang berisi file Antergos Installer.

  1. Start Live CD
    Setelah komputer berhasil boot dari DVD/flashdisk maka pilih menu Start Antergos Live pada boot loader
  2. Setting Network
    Antergos memerlukan koneksi internet untuk mengupdate installer, dan perlu kamu ketahui installasi antergos dilakukan secara online (download dari internet bukan dari bootable media) jadi kamu perlu memastikan settingan IP sudah benar dan terkoneksi ke internet.

    Jika Wifi cardk kamu tidak terdeteksi silakan gunakan kabel untuk penginstallan.
  3. Jalankan Antergos Installer
    Tunggu beberapa saat agar installer diperbaharui secara otomatis lalu masuk ke menu dan pilih install antergos untuk menjalankan antergos installer
  4. Pilih menu install > pilih Bahasa
    Pemilihan bahasa disini akan menentukan bahasa yang dipakai pada sistem (mending bahasa inggris ,kalau bahasa indonesia rada aneh istilah nya.)
  5. System Check
    installer akan mengecek kondisi komputer,jika memenuhi syarat maka proses instalasi bisa dilanjutkan syarat disini diantaranya :
    -Minimal mempunyai 8GB storage (HDD/SSD)
    -Jika kamu menggunakan laptop maka pasang charger laptop mu
    -Komputer harus terkoneksi ke internet
    -Cnchi (aplikasi installer yang sedang kamu gunakan) harus mempunyai versi yang sama dengan server (versi terbaru)
  6. Memilih Lokasi dan Locale
    Pilihan ini akan menentukan locale varible, dimana locale akan digunakan oleh aplikasi sebagai parameter untuk merender text,format mata uang,format waktu dan tanggal ,jenis tulisan dan parameter lain.
    Jika kamu ingin menggunakan bahasa inggris untuk semua menu  maka kamu pilih saja English,jika ingin paerubahan nanti bisa kita ubah manual
  7. Memilih Timezone
    Pilihlah time zone sesuai dengan tempat kamu tinggal,karena jika sampai salah memilih nanti jam yang ada di komputer mu bakal gak cocok,karena jam akan sinkronisasi dengan jam internet menggunakan NTP.
  8. Memilih Kyboard Layout
    pilihlah keyboard layout sesuai dengan jenis keyboad yang kamu pakai sekarang. keyboard standar biasnaya menggunakan layout standar English US QWERTY
  9. Memilih Desktop Environment
    setiap desktop environment mempunyai tampilan ,tatanan menu, dan cara tersendiri dalam mengatur tampilan nya (customize) dan setiap Desktop environment memerlukan resource yang berbeda untuk berjalan. khusus untuk laptop saya sarankan untuk memilih XFCE karena desktop environmet ini sangat ringan dan bisa diatur sesuai keinginan kita (fully customized) .
  10. Feature selection
    Yang perlu dipertimbangkan adalah jangan meng hidupkan (enable) opsi install proprietary VGA driver , karena jika tidak cocok nanti akan blank saat booting (gagal masuk ke X windows). jadi mending kita install driver VGA nanti saja setelah proses install OS selesai.
  11. Installation Type
    jika kamu ingin custom partisi tersendiri (misal nya mount point untuk / dan /home  berada di pertisi yang berbeda)  maka pilihlah opsi bawah “Choose Exactly where antergos should be installed” . jika kamu memilih yang atas maka 1 drive akan dijadikan 1 partisi .
  12. Advanced Installation Mode
    Menu ini akan muncul jika kamu memmilih opsi bawah pada sesi installation type
    -Setiap drive yang ada akan diwakili dengan /dev/xxx  ,xxx disini dimulai dari drive awal dengan nama sda , drive kedua dengan sdb drive ketiga dengan sdc dan seterusnya.
    -Partisi untuk tiap drive akan ditambahkan angka dibelakang nya misalnya partisi pertama pada sda diberinama sda1 , partisi kedua pada drive sda akan diberinama sda2 dan seterusnya.
    -Kamu bisa membuat partisi pada drive jika drive telah memiliki partition table (MBR/GPT)
    -Pemilihan partition table hendaknya disesuaikan dengan firmware mode , jika mode BIOS gunakan MBR dan jika UEFI gunakanlah GPT.

    Mount Check List : memberikan keterangan mount point yang wajib dibuat misalnya :
    +BIOS  mount point yang wajib dibuat adalah Root (/) dan Swap
    +UEFI mount point yang wajib adalah Root (/) dan Efi partition (/boot/efi)

    Jangan lupa untuk menentukan boot loader yang akan dipakai dan lokasi penginstallan boot loader . letakan boot loader pada drive tempat system akan diinstall
  13. Membuat Partisi Buatlah partisi  untuk root (/) terlebih dahulu jika kamu menggunakan mode BIOS dan buat partisi EFI (/boot/efi) jika kamu menggunakan mode UEFI
    Membuat partisi untuk root (/)

    Root disini ibarat drive C dalam windows yang berisi file OS itu sendiri dan tempat aplikasi diinstall,, kamu bisa menentukan ukuran nya (saran saya minimal 20Gb )Membuat partisi EFI (/boot//efi)
    Partisi ini akan diisi oleh boot loader linux jika kamu menggunakan mode UEFI , jika kamu menggunakan BIOS maka boot loader akan berada di root (/).  1GB sudah lebih dari cukup untuk pertisi EFI

    Membuat partisi swap 

    Swap bertindak persis seperti virtual memory pada windows, swap akan dipakai jika sistem operasi kehabisan RAM,karena rata-rata komputer sekarang mempunyai ram lebih dari 4GB maka cukup buat saja 2GB untuk Swap

    Membuat Partisi untuk Home (/home)
    Home disini diibaratkan my document pada windows , kita bisa menggunakan partisi lain untuk di mount ke /home agar dokumen kita tidak tercampur dengan file sistem operasi.

    Jika ada partisi yang tidak ditentukan mount point nya maka nanti akan muncul di file manager seperti drive D E F pada windows.
  14. Install summary 
    jika kamu yakin telah melakukan pengaturan dengan benar maka pilih yes untuk melanjutkan proses install
  15. Membuat User dan  Nama komputer
    Buat user dan password dengan bijak dan jangan samapi lupa atau kamu gak bisa masuk ke linux yang baru kamu install, klik save untuk melanjutkan
  16. Download and Install 
    Proses Download dan install dimulai silakan tunggu dengan sabar hingga selesai.
Pembahasan Terkait
ARCH LinuX:Cara Install dan TroubleShooting

Arch Linux Family Customable-Berbeda dengan distro-distro lain yang menawarkan kemudahan untuk pengguna awam,arch linux menjanjikan sistem operasi yang ringan dan Read more

Cara Install MySQL MariaDB di Windows dan Linux

Apa itu Data? Data adalah serpihan informasi yang berdiri sendiri seperti nama,alamat,tanggal lahir dan lain sebagainya sedangkan gabungan dari data-data Read more

Cara Membuat Radio Streaming Server Sendiri di Linux dan Windows

Apa Itu Streaming Server Kamu akan membuat radio streaming server dimana server mu akan  didedikasikan khusus untuk menyediakan konten multimedia Read more

Cara Dual Boot Windows dan Linux Mint,Ubuntu | LENGKAP

Kenapa Mempertahankan Windows dengan Cara Dual Boot? Ketika kamu ingin menggunakan linux sebagai primari OS untuk pekerjaan sehari-harimu terkadang kita Read more

Halloo, Saya Arie

Saya orang biasa seperti mu, Saya suka sekali membantu orang-orang untuk belajar. Itulah sebabnya saya membuat website ini untuk membantu orang lain sepertimu agar lebih cepat dan mudah ketika belajar di internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas