Mengenal Perbedaan IP Publik dan IP Private Serta Jenisnya

ip private dan ip public

A.Pengertian IP Address (Internet Protocol Address)

Untuk bisa saling berkomunikasi komputer memerlukan IP Address,IP address merupakan alamat pengenal standar untuk semua perangkat di jaringan yang menggunakan standar protocol internet. IP address inilah yang menjadi label kemana paket data akan dikirim dan diterima.jadi semua perangkat yang terhubung ke jaringan harus mempunyai IP Address yang menjadi alamat standar pengiriman dan penerimaan data . untuk penjelasan lengkap bisa dilihat tentang penjelasan TCP/IP dan cara komputer berkomunikasi .Pada umumnya untuk memudahkan penyebutan  “IP address” sering juga disebut dengan istilah “IP” saja.  IP address yang sering digunakan adalah IPV4 seperti contoh : 192.168.100.102 dan IPV6 untuk saat ini hanya digunakan untuk server yang berada di jaringan internet.

B.IP Private (IP Local)

Hanya digunakan pada jaringan LAN -Disebut private  karena IP ini hanya bisa diakses dari jaringan local saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung tanpa bantuan router(NAT).IP private digunakan untuk  jaringan local (LAN)agar sesama komputer dapat saling berkomunikasi,misalnya digunakan di jaringan sekolah,kantor,toko,dll . perangkat kantor /gadget seperti printer,komputer,laptop,smartdevice menggunakan ip private .Agar IP private dapat terhubung ke internet maka diperlukan router yang ditugaskan untuk nge NAT (agar semua IP local bisa terkoneksi ke internet dengan menggunakan IP Publik yang terkoneksi langsung ke Internet) , walau sudah terkoneksi ke internet IP private tetap tidak bisa diakses langsung dari jaringan internet, karena dari sudut pandang Internet, IP private mu terlihat seperti IP publik yang digunakan untuk NAT(karena kamu pake ip private dan menggunakan NAT IP publik untuk terkonek ke internet).
ip private hanya digunakan oleh jaringan LAN

IP private persis seperti nomer telepon local/interkom dalam sebuah kantor ,nomer local intercom tidak bisa digunakan untuk menelepon ke luar (katakanlah internet) . Diperlukan Nomer telepon yang terdaftar ke telkom (katakanlah 1 IP publik) agar pengguna intercom bisa menelepon ke semua nomer yang ada di dunia (katakanlah Berinternet)

Dalam penggunaan nya IP private tidak perlu didaftarkan/registrasi ke pihak otoritas sebelum digunakan karena penggunaan IP private telah diatur,dialokasian  dan distandarkan oleh IANA (Lembaga yang mengatur penggunaan dan pengalokasian IP di planet bumi 😀 ) dalam terbitan RFC 1918 seperti tertera di bawah ini.
Alokasi IP v4  private sesuai standar internasional ketika  Internet Engineering Task Force (IETF) telah menunjuk  Internet Assigned Numbers Authority (IANA) untuk mengalokasikan IPv4 untuk jaringan private , yang diterbitkan dalam  RFC 1918 sebagai berikut:

RFC1918 name Rentang IP Total jumlah IP largest CIDR block (subnet mask) host id size mask bits classful description[Note 1]
24-bit block 10.0.0.0 – 10.255.255.255 16,777,216 10.0.0.0/8 (255.0.0.0) 24 bits 8 bits single class A network
20-bit block 172.16.0.0 – 172.31.255.255 1,048,576 172.16.0.0/12 (255.240.0.0) 20 bits 12 bits 16 contiguous class B networks
16-bit block 192.168.0.0 – 192.168.255.255 65,536 192.168.0.0/16 (255.255.0.0) 16 bits 16 bits 256 contiguous class C networks

sedangkan untuk IPv6 diterbitkan dalam RFC 4193

RFC 4193 Block Prefix/L Global ID (random) Subnet ID Number of addresses in subnet
48 bits 16 bits 64 bits
fd00::/8 fd xx:xxxx:xxxx yyyy 18,446,744,073,709,551,616

C.IP Publik

IP publik adalah IP yang digunakan dalam jaringan global Internet, karena kelas IP ini digunakan di dalam jaringan internet maka IP ini bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung. Perangkat yang menggunakan IP public biasanya bertindak sebagai SERVER atau ROUTER , seperti web server,mailserver,DNS server,Game Server dan server yang lain dengan tujuan agar server bisa diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet. Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi harus mendaftarkan diri agar mendapat alokasi IP public yang akan digunakan.IP public bisa didapat dari ISP (internet service provider).
ip public digunakan untuk server dan router pada jaringan internet

Komputer dengan IP public memerlukan pengamanan extra karena sangat rentan terhadap serangan dari hacker yang ada dalam jaringan internet.Alokasi IP public sudah diatur dan di distribusikan berdasar negara, artinya kita bisa mengenali negara pengguna internet dari IP 36.79.151.75 adalah ip indonesia yang dimiliki oleh telkom speedy. untuk mengeceknya kita  bisa menggunakan tool whois IP ,dengna kata lain penggunaan IP public diatur ketat oleh asosiai internet global dan setiap IP telah didaftarkan kepada pemegang yang sah dan hanya bisa dipakai oleh pemilik yang sah.

Contoh cara mengetahui negara dan pengguna terdaftar  dari IP public
– Buka https://www.whatismyip.com/ip-whois-lookup/
menggunakan-whois-ip
– Masukan IP public yang ingin dilihat infonya
– Tinggal dibaca deh informasi yang tersedia disitu.
melihat-hasil-whois-ip

D. Penggunaan dan pengalokasian IP Publik diatur secara ketat

Perjalanan IPv4 dalam dunia internet dan jaringan bermula di awal tahun 1970, ketika itu projek DARPA (Defense Advanced Reserch Project Agency) yang menjadi cikal bakal internet saat ini. dikala itu karena jumlah komputer yang menggunakan internet belum seberapa jumlah nya maka digunakakanlah pengalamatan 32bit angka binary sebagai IPv4 untuk perangkat jaringan dan komputer. dengan 32bit IPv4 didapatkan 4,294,967,296 IP unik ini merupakan angka yang sangat banyak dikala itu dan lebih dari cukup. Semua berubah ketika negara api menyerang 😀 diawal tahun 1990an pertumbuhan dunia komputer dan jaringan sangat pesat sedangkan pengalokasian IP disaat itu belum ada. karena menyadari bahwa IP bakal habis jika tidak diatur maka munculah ide untuk mengalokasikan IP khusus untuk perangkat Local network atau yang dikenal dengan IPv4 Private addresses, itu tersebut direalisasikan dalam terbitan RFC 1918 yang berisi deretan IP yang harus digunakan untuk perangkat Local Network /internal network.

IP private telah ditentukan dan diatur dalam terbitan RFC 1918 , dan penggunaan nya tidak perlu registrasi karena ruang lingkupnya hanya jaringan local. beda dengan IP Public yang bisa diakses dari manapun /global ,untuk dapat menggunakan IP public seseorang/organisasi harus mendaftar dulu kepada otoritas terdekat seperti ISP untuk mendapat alokasi IP public yang akan digunakan.
pengalokasian IP addresses public diatur oleh organisasi yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority). IANA bertanggung jawab atas pengalokasian IP address (baik IPv4 atapun IPv6) ,mengalokasikan IP khusus untuk keperluan Khusus seperti militer /penelitian,mengatur dan mendistribusikan IP berdasar regional /negara .
Kedua jenis IPv4 ataupun IPv6 pada dasarnya dialokasikan secara terstruktur. pengguna/organisasi dapat mendapatkan IP address public dari ISP (Internet Service Provicer) , ISP mendapat Alokasi IP address dari LIR (Local Internet Registry) atau National Internet Registry (NIR) atau mendapat alokasi dari Regional Internet Registry (RIR). karena IP public dalam penggunaan nya memerlukan registrasi sebelum dialokasikan maka IP Public ketika di WHOIS (istilah untuk melihat kepada siapa IP /Domain diregister) akan muncul data dari pemilik/organisasi dan negara pemegang IP public tersebut.makanya keberadaan hacker dapt diketahui dari jejak /log IP yang tertinggal ketika melakukan hacking di TKP.
Untuk saat ini dinia dibagi menjadi 5 region (RIR )untuk menagani pendistribusian dan registrasi IP public:

otoritas regional pengalokasian ip public di dunia

Registry Area Covered
AFRINIC Africa Region
APNIC Asia/Pacific Region
ARIN Canada, USA, and some Caribbean Islands
LACNIC Latin America and some Caribbean Islands
RIPE NCC Europe, the Middle East, and Central Asia

E.Jenis-Jenis IP

Ada 2 jenis IP berdasar persistensi ip tersebut menempel di perangkat komputer, yaitu IP Static dan IP Dynamic. (tidak peduli apakah IP Public atau IP private)

  1. Dynamic IP Address
    Disebut IP Dynamic / dinamis karena IP yang didapat perangkat komputer akan berganti setiap kalo perangkat komputer direstart, seperti IP Address yang didapat modem speedy, akan berubah setiap kali modem direstart. dan IP yang kita dapat pada saat kita konek ke hotspot. IP dinamik tidak memerlukan settingan manual karena IP akan otomatis dialokasikan oleh Router(DHCP Server) ke perangkat yang terhubung ke perangkat komputer yang terhubung ke jaringan.
  2. Static IP Address
    Static IP atau ip statis adalah ip yang dipasang secara manual atau  IP yang dialokasikan khusus oleh router untuk suatu perangkat komputer (router,tablet,smartphone,smart device dll),sehingga ketika perangkat direstart IP tidak berubah.

IP static atau dinamic bisa disetting dengan protocol DHCP, walaupun DHCP router bisa memberi IP statis kepada perangkat komputer berdasarkan mac address . Jadi ip static adalah ip yang tidak berubah walau perangkat direstart, bukan hanya ip yang disetting manual pada perangkat kompiuter saja.

F.Cara Mengetahui Jenis IP yang sedang kita gunakan

Jika kamu  pengin tau apakah IP private atau IP public yang sedang kamu gunakan, kamu bisa mengeceknya dengan mudah.

IP Public atau Private yang sedang kamu gunakan sekarang?
-Buka http://net.ipcalf.com/ untuk mengetahui IP Private yang sedang  digunakan sekarang
Mengetahui-IP-Private
-Buka http://cmyip.com/ untuk mengetahui IP Public yang sedang digunakan sekarang
Mengetahui-IP-Public
Jika ip yang muncul di kedua website tersebut sama, berarti kamu sekarang sedang menggunakan IP public secara langsung. dan jika berbeda berarti kamu sekarang sedang menggunakan IP private yang di NAT sehingga kamu bisa konek ke internet. menggunakan NAT akan lebih aman dibanding kita langsung menggunakan IP public secara langsung ke perangkat yang kita.

Terus IP dinamik atau statis yang sedang kamu gunakan saat ini ?
-Caranya gampang, tinggal restart modem dan komputer kamu lalu buka lagi website diatas.
-Jika IP  di website http://net.ipcalf.com/ berbeda deengan yang tadi maka IP Private mu bersifat dynamic, kalo sama berarti static
-Jika IP public mu berbeda dengan sebelum direstart modem/komputer maka jenis IP mu adalah Dynamic, kalo hasilnya gak berubah maka static

G.Banned IP

Banned atau blokir berdasar IP Address sangat umum digunakan oleh admin untuk membatasi akses untuk user nakal atau user yang berpotensi mengancam sistem. sistem blokir IP efektif diterapkan jika user menggunakan IP Static, jika menggunakan IP Dynamic maka sistem blokir IP akan sia-sia,karena setiap kali perangkat direstart user akan mendapat IP baru.

banned-ipDalam industri game online sistem banned IP juga digunakan untuk memabtasi akses game server berdasarkan negara, misalnya game TOS NA memblokir IP seluruh indonesia, sehingga player dari indonesia tidak bisa bermain di server NA. Banned IP juga digunakan untuk memblokir akses cheater dalam sebuah game.

Di indonesia penerapan banned IP sangat tidak efektif dan bisa salah sasaran ,Banned IP hanya bisa diterapkan ke IP Public,sedangkan user indonesia tidak memakai IP public secara dedicated.Karena rata-rata pengguna internet indonesia menggunakan IP Public secara nat (1 IP public dipakai banyak user misalnya pengguna internet seluler) dan IP public dialokasikan secara dynamic. untuk mengatasi hal ini biasanya publisher game akan memberlakukan banned berdasar Hardware ID (Identitas dari perangkat keras komputer) misalnya berdasar mac address dan serial Harddisk, tetapi user jarang sekali yang tau akan hal ini karena publisher game merahasiakan trik ini dan tetap menyampaikan kalu yang dilakukan nya adalah banned IP.

 

Kurang jelas? Silakan Bertanya